“.. Bokep Dan aku sudah menjalankan rencanaku. Dan aku langsung merasa cemas lagi. Dengan pantat masih nungging ke atas aku tekan punggung Dhea dengan tanganku sehingga kepala dan dada Dhea makin terhimpit ke lantai, dan aku terus memperkosa dia dengan gaya seperti anjing. Jangan bergerak, jangan bersuara, atau lo mati.” aku dengar nada suaraku yang lain sekali dari biasa. Dhea tidak meronta-ronta, soalnya aku masih pegang belatiku, tapi terus menangis tersedu-sedu, dan mengerang-erang, berusaha berkata sesuatu. Aku jambak rambutnya dan menariknya. Lo benar-benar cantik. Aku balik lagi badannya, karena aku tahu aku lebih mudah ngerjain Dhea lewat depan. “Buka lagi manis. Kepala Dhea terbenam ke lantai. Kakinya yang telanjang membuat nafasku berat, dan dasternya tidak bisa lagi menutupi pantatnya yang ditutupi celana dalam putih. Dia terbatuk-batuk. Aku lepaskan celana trainingku dan celana dalamku sampai ke kakiku tapi belum aku melepaskannya dari badanku, sambil menatap bagian belakang tubuh




















