Tangannya meremas kedua pantatku. Ia menarik celanaku, satu-satunya yang masih menempel di tubuhku. Bokep Tapi ia berkata,
“Tenang bu, ini juga bagian dalam proses pijatnya kok. Pijatan mereka sungguh nikmat. Kini susuku yang hanya dilihat dan dinikmati suamiku, terpampang bebas di hadapan dua laki-laki yang namanya saja aku tidak tahu. Dingin. Bodohnya aku. Desahanku berlanjut. Mereka menyanggupi, dan Toni dan Imam akhirnya rutin datang kerumahku ketika suamiku bekerja, untuk memberikan layanan pijat mereka dengan durasi lebih lama. Mereka meninggalkanku sejenak. Namun karena tahun lalu aku melahirkan, lemak-lemak yang menumpuk selama masa hamil itu masih melekat di tubuhku. Si pirang di belakangku menopang tubuhku. Mereka melanjutkan dengan kedua lenganku. Keduanya. Nikmati saja.”, kata si pirang. Aku biarkan saja, agar ia lebih leluasa memijat punggungku. Bayiku pun ikut menemaniku tidur di ruang keluarga, di tilamnya yang hangat di atas karpet.




















