Ayo cepat ia hampir selesai membersihkan belakang paha. Namun, tiba-tiba keberanianku hilang. Bokep Aku hanya main dengan tangan. Sekali. Ia cukup lama bermain-main di perut. Kini pindah ke paha sebelah kanan. Aku hanya ditinggali handuk kecil hangat. Aku dipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tidak meninggalkan aku. Ia berlutut mengelap paha bagian belakang. Sial. Kali ini dengan telapak tangan. Atau mau gunting? Sudah tiga tahun, benda ini tak kurasakan Sayang. Aku mengikutinya. Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja. Atau jangan-jangan ia juga disuruh ibunya bayar arisan. Keberuntungankah? Kemudian menyerahkan celana pantai.“Mbak Wien, pasien menunggu,” katanya.Majalah lagi, ah tidak aku harus bicara padanya. Tapi kakiku saja yang seperti memagari tubuhnya. Tapi masih terhalang kain celana. Ia menekan-nekan agak kuat. Lha wong Mbak Wien menutupi wajahnya begitu. Ia memulai pijitan.




















