Pipit juga tak kalah ngeledeknya. Sekarang tidak berlama-lama lagi sambil berdiri. Bokep “Mas aku kan sudah punya lesung yang lain.. Aku duduk saja di depan rumahnya yang sejuk, karena kebetulan ada seperti dipan dari bambu dihalaman di bawah pohon jambu. Aku terima saja gelasnya dan meminumnya. Hanya ada anaknya yang masih kecil kira-kira 7 tahunan dirumah. Hingga akhirnya secara tak disengaja aku kenal seorang pelanggan yang biasa menggunakan jasa angkutan barang pasar yang kebetulan aku yang mengemudikannya. Waktu itu aku berumur 26 tahun. Kasihan sekali gue..,,,,,,,,,,,,,,,,,, Di dalam perjalanan kami ngobrol dan sambil bersendau gurau.“Pit.., namamu Pipit. Buah dadanya kini menempel lekat didadaku. Wajahnya biasa saja, agak mirip Bu Murni, tapi kulitnya putih dan semampai pula. Aku masih berjuang untuk hal itu hingga detik ini. Tanganku mendekap tubuhku sambil kugoyangkan dengan maksud sambil menggesek buah dadanya yang mepet erat dengan tubuhku.




















