“Aacchhh… nikmat sekali…” desahku kepadanya yang kali ini diikuti dengan tercapainya orgasmeku.Goyangan pinggulnya yang mendesakku hingga terhimpit dipojokan lift semakin menggebu-gebu dengan gerakan keluar masuk yang semakin lama semakin cepat. Aku jadi serba salah karena lift itu kosong dan tinggal kami berdua saja. Bokep Aku pun tersentak sekaligus senang aku hanya tersenyum saja.Tiba-tiba tangan Surya menarik tanganku. Dihisapnya dan dijilatinya putingku yang sudah mengeras. Dia mendekati wajahku dan mencium pipiku dengan lembut. Aku pun berinisiatif untuk turun ke lantai bawah sekalian hendak ke counter kue dengan maksud hendak membelikan kue untuk anakku.Ketika menunggu lift, aku tersentak ada seorang lelaki menyapaku. “Uhhh…” desahku karena begitu nikmat usapannya, begitu lembut namun kuat. Tamu yang diundang begitu banyak dan semua ornamen di dalam gedung serta keseluruhannya benar benar tertata dengan indahnya. Dimulai dengan kejadian undangan pesta pernikahan kawanku.“Kringggg… kringggg…” dering telpon rumahku berbunyi.




















