Kami tertidur untuk beberapa waktu.Begitu saya bangun, rupanya Endar sudah tak ada. saya hanya merasakan kendarkmatan yang luar biasa. Bokep Walaupun masih dengan ragu-ragu ia tetap memegang kemaluanku.Didorong ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah. Setelah beberapa kali, saya mendorong lagi. Karena terlalu hati-hatinya maka ia harus melakukannya dengan berulang-ulang untuk satu bagian saja.Sentuhan-sentuhan kecil tangannya di pahaku mulai mendarmbulkan getaran yang tak bisa kusembunyikan. Berkata jorok memang sering kami saling lakukan tetetapi hanya sebatas bicara saja. hi..” sambil cekikikan.Dengan super hati-hati ia gerakkan juga pisau cukur mulai menghabisi bulu-bulu kemaluanku. saya coba sekali lagi, tak mau masuk juga.“Kamu masih perawan En..?” akhirnya saya tanya dia.Diantara jelita dan wajahnya yang sudah seperti tak sadar itu, saya lihat kepalanya menggeleng dan itu adalah suatu jawaban.Usaha menembus lubang kendarkmatan itu saya tunda dulu. Endar masih berada di kamarku (suasananya sepi karena tak ada orang sama sekali, termasuk




















