“Tentu Chad.., tentu gue mau!”, kataku sambil melingkarkan tangan di pinggangnya. Bokep mmh.. Mulutnya digerakan maju mundur dengan hisapannya yang kuat, seolah dia mengocok burungku dengan gerakan mulutnya. Rico, I think your ass gonna kill my glans!”, katanya sambil bercanda dan mengerlingkan mata nakal kearahku. Bulu-bulu disekitar biji dan pangkal batang kontolnya menggelitik hidungku, sehingga dapat kucium bau aroma maskulinnya. “Relax.. Chad, punya lu kan gede..”
“Rilex aja.., ke bangku yang disana yuk!”, Chad mengarahkan mataku ke bangku panjang yang ada didekat ruang ganti. Secara bergiliran, Chad memasukan jarinya dan menjilati anusku. Kurasakan Chad mulai memompa kontolnya, dengan menggerakan pantatnya maju mundur didepan mulutku. Dalam beberapa gerakan maju mundur, aku berusaha rilex dan menikmatinya. “Come on Rico, take it all.. Kontolnya begitu tegang, panjang dengan kepala kontol yang begitu besar. Aku hanya nyengir dan berharap malam ini bisa menjadi the best night that I ever had.




















