Lidahku mulai menjilati putingnya bergantian, tanganku gak mau tinggal diam, diremasnya kedua bongkahan indah yang menjulang di dada Sava.Sava mulai menggelinjang pelan, tubuhnya bergerak ke kanan dan kiri, tangannya membelai halus punggung. Sava mengikuti, menghempaskan tubuhnya menindihku dengan manjanya, hingga membuat aku sedikit tersentak.“JEGUEEEEERRRRRRR !” suara petir mengagetkan kami, awan semakin pekat, hembusan angin semakin kencang. Bokep Dan kini kami manfaatkan waktu yang ada untuk melepaskan rindu.Aku merebahkan tubuhku di hamparan padang ilalang yang tingginya melebihi tinggiku. Hanya senyap dan pekat yang tersisa. Dia berjalan memasuki sebuah outlet pakaian paling mahal disana. Bulu-bulu halusnya aku kulum lalu aku tarik pelan. Terjadi kebisuan diantara dentingan jam dinding yang berdetak. Mataku terpejam merasakan kehangatan yang begitu lembut ini.*****
“Qora sayaaaaaaaaang,” entah darimana datangnya, Sava begitulah aku memanggilnya, sudah mendekap tubuhku erat dari belakang.




















