Aku sontak langsung panik dan menutupi selangkanganku dengan handuk. Kurasakan kakiku yang paling nyeri di antara semuanya. Bokep aku tersungkur ke depan.Dadaku begitu sakit menghantam lantai. Kalau masuk ketuk dulu napa,” protesku sembari mengikat handukku betul-betul agar tidak lepas.“Hihi… maaf deh. Kemudian aku ke kamar mandi dan melepas handukku. Namun aslinya jantungku sangat berdebar. Wanita itu menatap diriku ini dengan wajah yang sangat khawatir.“Maaf, Tan. Maka kulanjutkan santapanku ini hingga habis.Selesai mencuci piringku, aku langsung bergegas untuk kembali ke kamarku dan mengerjakan tugas yang diberikan dosenku kemarin. Aku mematikan aplikasiku dan segera melepaskan baju kemejaku ini.“KYAAA! Seperti biasa, masakan dari tanteku gak pernah mengecewakan. Begadang mulu sih. Kemudian, dilanjutkan dengan mata kuliah Hidrologi yang kusimak namun tidak dengan terlalu seksama. Namun untuk bawahanku, biarlah hanya celana pendek ini saja.




















