Mendadak aku merasa bersalah. Bokep Sepasang putingnya telah mengeras. ada lagi yang bisa dinikmati, goyangan pinggulnya sewaktu dia berjalan kembali ke tempat duduk. “Saya udah engga tahan .”
“Sebentar lagi kok. “Kagum apa Dok” Ini jelas pertanyaan yang rada nakal juga. Bener ya Dok”
“Bener Bu”
“Kok Ibu sih manggilnya, Syeni aja dong”
“Ya Syeni” kataku sambil mengecup pipinya. Okey, deh. ada lagi yang bisa dinikmati, goyangan pinggulnya sewaktu dia berjalan kembali ke tempat duduk. Entah kenapa aku kurang tahu.“Mungkin dokter ganteng dan baik hati” kata Nia, suster yang selama ini membantuku. “habis Dok”
Dia langsung berberes. “Saya engga tahu Dok”
“Bisa Ibu periksa sendiri. Untung aku cepat sadar. Dan ternyata, pahanya lebih indah kalau tampak seluruhnya begini. Bahkan dengan nakalnya telapak tangnku mengusapi putingnya, keras ! Oh .. Kenapa aku jadi nakal begini ? Dan Syeni kulihat senyum tipis.“Ada di mobil” katanya menjawab kebingunganku mencari CD hitam itu. Jelas ini bukan gerakan




















