No info
Aku meringis merasai sentuhan kulit jarinya. Bokep Terganggu wanita muda yang di ruang sebelah yang kadang-kadang tanpa tujuan jelas bolak-balik ke ruang pijat.Dari jarak yang begitu dekat ini, aku jelas melihat wajahnya. Ah bodoh. Kring..!“Mbak Wien, telepon.” kataku.Ia berjalan menuju ruang telepon di sebelah. Ia terus mengelap pahaku. Lho, salon kan tempat umum. Tidak perlu diantar. Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aku masih terbayang-bayang wanita yang di lehernya ada keringat. Aku menggelepar.“Sst..! Aku masih mematung. Makin lama makin jelas. Eh.., kesempatan, kesempatan, kesempatan. Dari perut turun ke paha. Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aku hanya mendengus. Perempuan paruh baya itu pun masih duduk di depanku. Mengapa kancing baju cuma tujuh?Hah, aku ada ide: toh masih ada kancing di bagian lengan, kalau belum cukup kancing Bapak-bapak di sebelahku juga bisa.











