Workplace Terbaru Chindo Cantik Sangean Dientot Part 2 dengan isu startup. Plus: rite of passage karakter, humor kering menggelitik. Bokep Minus: jargon padat. Buat kamu yang cari inspirasi. Yuk nonton.
Sambil terpincang-pincang, Ibu Diva membawakan segelas teh manis hangat untukku, dan duduk di sampingku. Di lumatnya bibirku dengan ganasnya, apa boleh buat, aku pun memberikan respon serupa. Dia tersenyum padaku.“Makasih, Mbak! Sejenak Ibu Diva terdiam, memandangku, mempererat pelukannya dan seakan enggan melepaskannya.“Bu, eh..Mbak, udah dong, malu ntar dilihat orang” KatakuDia pun melepaskan pelukannya, dan kami menuju ke mobil dengan keadaan Ibu Diva sedikit pincang kaki nya. Tak berapa lama kemudian dia bangkit sambil ikut memijiti kakinya sendiri. Kita lebih akrab dan kadang jika tante Diva sedang istirahat kantor, dia mengajakku untuk makan siang di resto belakang kantornya. Wanita yang kali ini bisa dibilang tante-tante karena umurnya yang sudah gak muda lagi sekitar 35 tahunan.




















