slice-of-life misteri Crot di Muka Pacar Jilbab: neighborhood, rahasia, dan komunitas. Plus: atmosfer kental, jejak halus. Bokep Minus: payoff subtil. Buat pembaca tanda. Mulai.
Waktu itu aku diterima untuk PKL di sebuah instansi milik Pemerintah. Pembimbingku di tempat aku PKL bernama Bapak NS. “Berapa ukuran Payudaramu Sas?”, tanyanya sambil mengelus lembut payudaraku. Pak NS mendekatiku dan mulai mengukur, aku hanya diam saja. Aku menjerit tertahan setelah alatnya terasa memasuki vaginaku. Waktu itu aku diterima untuk PKL di sebuah instansi milik Pemerintah. Dia mulai menggoyangku cepat dan tangannya terus menerus meremas payudaraku sampai tampak merah dan sakit kurasakan, namun goyangannya membuatku lupa akan sakit yang kurasakan dan cuma bisa, “Uh…, ah…, uh…, sh”
Setelah kejadian berhubungan sex itu, aku sekarang telah bekerja di perusahaan itu sampai sekarang. Dia kaget dan bertanya padaku, “Sas kamu masih murni…?”.Aku cuma mengangguk dan diapun tersenyum. Aku merasa kerasan untuk menyelesaikan PKL ku di sana. Aku tidak berpikir macam-macam, jadi aku menyetujuinya saja, tapi aku sempat nanya ke Pak NS kenapa aku harus bikin baju seragam?




















