Nyonya Hana melihatku dengan tersenyum puas. Video bokep Tubuhku terasa sangat lemas. Nyonya Hana terus mencambukku sampai sekitar 200 cambukan. Kini aku sama sekali tidak berdaya. Dia kembali menyalakan lilin. Aku benar-benar merasa sangat rendah saat itu. Aku hanya dapat mengerang kesakitan dan memohon belas kasihan Nyonya Hana.Setelah sebagian besar tubuhku tertutup lilin panas yang mengering, Nyonya Hana kemudian melepaskan ikatan kedua kakiku. Dia lalu menyalakan lilin itu. Kami kemudian pergi ke arah luar kota.Sekitar setengah jam perjalanan, kami melewati jalan raya kecil yang di kanan kirinya masih merupakan hutan, walaupun bukan hutan liar. Bagaimanapun juga aku harus menemui Nyonya Hana di seberang hutan.Akhirnya, aku nekat juga. Telepon di kontrakanku berdering. Aku diolok-olok di depan umum dalam keadaan bugil dan kotor. Dia ternyata membawaku ke halaman belakang. Aku tahu bahwa anjing pun masih mendapatkan perlakuan yang lebih baik. Keringatku membasahi tubuhku dengan deras membuatku semakin lemas.Sementara itu, punggungku




















