Aku segera memacu mobilku di jalur tol yang tidak seberapa ramai itu. Bokep kak. desahnya. Kawasan gunung gede memang terkenal gampang berubah cuaca, namun sepertinya hal itu tidak berlaku hari ini. Hingga sampailah aku di daerah kewanitaanya. Kurasakan tangan Reni yang dingin bagai tersiram air es. Aku yang sekarang ini sedang menggigit roti di mulutku hanya bisa melambai pada mama. sial pikirku. Kulumat puting susunya dan kuhisap kuat. Padatnya kendaraan saat itu hampir sama padatnya dengan tumpukan sampah di bantar gebang, pikirku. tanyaku. Kami kini menempatinya. Lidahnya kini bermain di buah penisku. Disinilah aku menaruh semua peralatan travelku.Tak berpikir lama segera kuambil barang-barang yang kubutuhkan, kotak p3k, senter, powerbank, segulung tali tambang, kompas, dan masih banyak lagi.Kujejalkan semua itu dalam tas carel besar berwana hitam itu.Aku bergegas mandi.




















