Aku meraih benda keriput itu dan mengelus-elusnya pelan. Dipandangi seperti itu membuat wajahku memerah karena malu.”Sudah, bang. Video bokep Ia segera mengambil posisi nungging di sampingku yang terbaring telentang. Ganggu aja.” dia menepis tanganku. “Kenapa?” dia bertanya tanpa menoleh, tampak sibuk membenahi pakaiannya yang sedikit acak-acakan.Sementara burungnya yang terkulai lemas, menggantung menyedihkan di luar celananya. Dengan kecewa, aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Jam 8 malam…“Mama ada, Dek?” aku bertanya pada remaja tanggung yang sedang asyik mempreteli motor di garasi rumah Sita. Tenang saja, suamiku asyik-asyik aja kok, bahkan dia mau banget melakukan ini. “Ayo dong, jangan membohongi diri. Aku tidak mungkin melakukannya.” Nadanya tegas dan serius.“AH, iya, maaf.” potongku cepat. Selangkangan Sita yang sebelumnya telah basah, kini nampak semakin basah.“Aaahh… Ooooh…” Sita sengaja mendesah sekeras mungkin sambil menatap ke arahku yang masih berdiri di dekat pintu.




















