Ia lalu duduk di dekatku dan menyapaku. Bokep aktifin tuh handphone-nya..!”
“Klik!” Pikiranku menjadi teringat kembali pada mimpi yang sempat kualami.Saat itu aku berada di sebuah bar. Ia lalu duduk di dekatku dan menyapaku. “Kring.. kring..!” Suara telepon itu kembali mengejutkanku. Aku merebahkan tubuhku di sampingnya. Aku mencoba untuk mengingat-ingat kembali. “Hehh.. Mungkin akibat pertarungan cinta yang berlangsung dasyat tadi malam. “Akh..! Tak lama kemudian kami mengakhiri pembicaraan itu, setelah sebelumnya Linda menegurku, dengan suara bernada keras. Posisi tidurnya belum berubah. Kulihat air itu menjadi bergulung-gulung membentuk pusaran lalu menghilang ke dasarnya mengeluarkan bunyi yang berdesis. Seorang nenek seksi yang lincah, menurutku. “Tapi kamu suka kan, Roy..?” Kata-katanya terdengar jelas setengah merayu.




















