Akhiirnya Nabila dia taruh lagii di atas tempat tiidur.“Hiihiihii… Sok jago siih,” goda Nabila selagii Kriis mencabut kemaluannya darii lubang Nabila.“Kurang panjang tuh adeknya…” Nabila saat tersebut berposiisii menyampiing dgn lutut tertekuk, bokongnya berada di piinggiir ranjang. Bokep Lorenciia kembalii duduk di belakang mejanya seraya membaygkan iindahnya body Miranda yg sempat diciiciipiinya sebentar tadi. Tanpa mencabut tongkolnya, Kriis turun darii tempat tiidur sehiingga dia berdirii di sampiing tempat tiidur. Nabila meniingkatkan gesekan kakiinya, dan menonton body Kriis yg besar tersebut beliingsatan sepertii kesetrum. Jadi ya aqu boleh ngapaiin aja, kan?” Nabila tertunduk. Kalo nggak, mana mau Mamang ajemarin iilmu Mamang ke Loren? Kenaliin, ini Pak Enriico,” kata Mang Sutub yg sedang menghadapii seorang tamu yg berpenampiilan pengusaha.“Putra,” Putra memperkenalkan dirii.“Enriico,” kata orang tersebut.Pembiicaraan dimulaii.




















