”Hai Nana, apa kabar? karena penasaran aku pernah mengguntingnya dan ternyata isinnya cair, berwarna coklat kehijau-hijauan. Bokep Akhirnya aku sampai, cret..cret…. Kebetulan waktu itu sudah mendekati jam 5:30. Dia minta padaku untuk berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama ini.Cukup sekali dan biarlah itu jadi kenangan indah saja. Dan ada hasil yang cukup menggembirakan yaitu dia suka main bilyard cafe, sebut saja namanya Nine Ball Cafe.Dia berasal dari keluarga cukup berada, karena saat ini dia tinggal sendiri di apartment cukup mewah di daerah Jakarta Utara.Hari Jum’at sore ini, aku ada jadwal meeting di kantor client-ku itu, dan setelah meeting aku sengaja mengunjungi mejanya. sekarang aku tunggu kamu di lobby aja yah..?” tanyaku
”Hmm..” jawabnya.Di lobby aku menunggu lama dan tidak juga nongol, tapi aku nekad menunggu terus, sampai akhirnya 19.00 dia keluar dan agak kaget melihatku masih menunggunya mungkin dia berharap aku tidak mau menunggunya.




















