Pada mulanya, di wajah Pak Tris kulihat ada perasaan kurang senang, tetapi setelah kuberikan penjelasan dan kuberitahu besar uang pesangonnya, Pak Tris dengan wajah berseri malah berbalik bertanya,“Paak…, kapan uang pesangonnya bisa diambil…, saya mau gunakan untuk kebun saya ini dan ditabung”.Aku jadi lega bisa menyelesaikan masalah ini dan sekaligus dapat vagina istrinya bu Risma dan anaknya Nining.Siangnya kami kembali ke Indramayu dan sesampainya di rumah mereka, Pak Tris mengatakan,“Paak…, jangan kapok…, ya paak”, dan kujawab,
“Paak…, pokoknya kalau Pak Tris ajak lagi…, saya akan ikut”, sambil aku melihat bu Risma yang tersenyum penuh arti. “aahh…, bapak..”, kembali mencubitku tetapi sekarang di pipiku sambil terus berjalan ke belakang.Setelah minuman kuhabiskan, aku lalu balik keluar menuju ke kebun dan ngobrol dengan pak Tris yang sedang membersihkan daun-daun yang berserakan. Bokep Perbuatanku memukul perut rupanya diketahui oleh Pak Tris dan istrinya.“Kenapa paak..”, tanya mereka hampir serentak.




















