Ia melepaskan bibirnya dan menggeleng, saat aku bergerak hendak memeluknya. Kini keinginanku menjadi kenyataan. Video bokep Saat itu ia tampak sangat cantik, sebegitu cantiknya hingga jantungku berdegup kencang setiap kali bertatapan dengan matanya. “Shall we dance?” katanya, membuat tawaku berhenti. “Suasana yang tak menyenangkan, kurasa,” ucapnya. Aku berjumpa dengannya di resepsi pernikahan sahabatku, kurang lebih empat jam yang lalu. Lembut. Mau memaafkanku?” Ia menatap mataku lama. Kedua lengannya terbuka saat aku berhadap-hadapan dengannya. “Apa yang lucu?” tanyaku. Entah berapa lama kami berpagutan, dengan kedua lenganku memeluk tubuhnya. Kuangkat kepalaku dan memandangnya. Lembut. Nada tak senang terdengar saat ia berucap. Lembut. Saat aku terdiam, tubuhnya bergeser lagi semakin rapat, lalu ia mengangkat kepalanya dan mengecup bibirku sekali lagi.




















