Toni hanya melirik buah dadaku tanpa berani menatap langsung, dia tetap memperhatikan film dengan seksama. Video bokep Wajahnya, perilakunya persis bapaknya, nilai kesopanannya agak kurang bila dibanding dengan anak-anak di kampungku.Maklumlah ia adalah anak pejabat tinggi. Umurnya sudah mencapai 55 tahun dan aku sendiri baru mencapai 27 tahun. Aku jadi curiga pasti dia ada kencan dengan orang lain. Aku telan cairan asin dan pekat ini tanpa rasa jijik sedikit pun, dan dia pun diam lemas terkulai.Kupeluk dia, dan kubisikkan kata-kata, “Enakkan”, sambil aku tersenyum, dia balas pelukanku dan hanya bicara “Mbak..” Aku bimbing dia ke kamar mandi dan kumandikan dengan air hangat, burung kecilku masih tidur dan aku yakin nanti akan bangun lagi.Kemudian kami pun tidur bersama di depan televisi di atas karpet, dia tampak kelelahan dan tidur pulas. Namun ini semua ternyata masih kurang, aku ingin punya momongan, aku ingin dicintai dan disayangi.Kenyataannya aku hanya tempat persinggahan




















