Wah, semoga belum pergi. Video bokep Tetapi tampaknya Kiko cukup cuek. Mereka tertawa dan terus ngeloyor pergi. Aw, serasa terbakar tenggorokan! Warnanya hijau muda.Sambil minum, saya dihampiri beberapa gadis yang menawarkan dagangan untuk menemani, dari tampangnya sepintas dari Asia Tenggara. 75 persen alkohol, tetapi reaksinya dia tidak mau tanggung jawab. Langsung saja saya ke klinik (byoin) terdekat, sebab saya dilindungi insurance. Paha kami saling mengapit sambil bergoyang funk (itu lho musik negro 70-an). Kalau ada yang protes, cukup bilang, “Yurushite, chotto yopparai desu”. Dia menyambutku dengan senyum manis walaupun sebelumnya sempat melirik jam di tangannya. Singkat saja, namanya Makiko, panggilannya Makichan. Mereka tertawa dan terus ngeloyor pergi. Bagi para feminist, saya akui malam itu saya amat tidak gentleman. Tetapi dasar beruntung, tiga hari kemudian kami bertemu di warung ramen (mie kuah) ketika saatnya lunchbreak.




















