Apalagi aku harus sering lembur.Semakin aku sering ketemu dengan dia, aku jadi sayang dengan Vera, dan Vera juga begitu. Bokep Pokoknya aku ngobrol dengan dia sambil berhadap-hadapan, sesekali aku melihat pemandangan kota Bandung yang sudah mulai dihiasi lampu-lampu. Karena aku tidak sabar, akhirnya kutelepon ke suppliernya. Aku lebih suka berteman atau pacaran dengan cewek Chinese. Yang penting masih bisa diremas.“Ver…, kulepas ya…” kataku pelan-pelan, persis di samping telinganya. Tapi sekali lagi dia hanya diam dan dengan matanya yang coklat menatapku penuh arti, yang artinya aku juga nggak tahu. Banyak sekali stempel warna merah yang kubuat, kontras sekali dengan warna kulitnya yang putih bersih. Wah, muridku sudah pintar nih he.. Cuma aku takut ini mengganggu dia. Maklum ini untuk order ekspor. Waktu itu yang menerima cewek (wah suaranya oke punya!), tapi waktu itu aku tidak peduli mau cewek, mau cowok pokoknya yang ada dalam pikiranku barang itu harus




















