Dan…sisi yang satu itu pun putus juga. “Ka..ka…kamu…mau apa….?” Maudy gemetaran sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya. Bokep “Jangan…tolong…jangan…saya bisa beri kalian apapun, tapi tolong…jangan perkosa saya…” Maudy coba berbicara lagi, sementara lelaki di kirinya mulai meremas-remas payudaranya. nghhh.. Perlahan diangkatnya kedua kakinya. Seluruh gumpalan daging yang kenyal itu masuk dalam genggamannya. slurrppp… “Aunggghhhhh…” Maudy mengerang, lelaki itu menghisap labia minoranya, kanan dan kiri berganti-ganti. “MMffff…mmmfff…nggghhh….” Maudy nyaris kehabisan napas. “Jangannn…jangan…” rintih Maudy. Maudy memejamkan kedua matanya yang sayu. “Terus isep, sekalian bersihin ****** gue!” kata lelaki itu dengan napas terengah-engah. Maudy menggigit bibirnya, tak pernah dibayangkannya akan melakukan hal tersebut di hadapan lelaki yang sama sekali asing baginya. “Sabar….semua dapet bagian…he…he…” kata si pemegang belati. Di depan wajah Maudy, dimasukkannya puluhan lembar rambut hitam berkilau itu ke dalam sebuah amplop.




















