“Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. Aku lalu memesan segelas bir dan mulai larut menikmati suasana santai yang temaram saat itu. Bokep Tak lama kemudian kami mengakhiri pembicaraan itu, setelah sebelumnya Linda menegurku, dengan suara bernada keras. Aku bangkit dari tempat tidur. kring..!” Suara telepon itu kembali mengejutkanku. aktifin tuh handphone-nya..!”
“Klik!” Aku mencoba untuk mengingat-ingat kembali. Ia melanjutkan kata-katanya dengan suara berat. “Yahh.. Kiranya Linda telah pergi ke kantornya. Ia lalu duduk di dekatku dan menyapaku. Aku mengambil sebuah celana pendek hitam yang terserak di bawah tempat tidur. Ia lalu meneruskan kata-katanya. “Hehh.. Aku hanya menarik napas dalam-dalam. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. aku suka itu!” ujarku datar diikuti tawa kami berbarengan. kamu sudah bangun?” kudengar suara Linda di ujung sana. “Hei, Roy.. Ia lalu meneruskan kata-katanya. “Oufh..!” Aku menghela napas sesaat. Sekilas kudengar nafasnya hampir-hampir mendengkur, begitu teratur dan berirama. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. “Nggak masalah




















