Kutelepon Pak Toni minta pertimbangan karena mbak Lita mengajakku ke Jakarta, tapi tanpa menceritakan ajakan menjadi model, toh dia akan tahu juga nantinya.Seperti dugaanku, Pak Toni langsung mendukung, tentu saja dia akan bisa mencumbuku lebih lama lagi, kesempatan menikmati tubuhku lebih jauh.Akhirnya, malam harinya aku ikut suami istri itu terbang ke Jakarta, kuabaikan bookingan yang datang. Tatapan mata itu harus berakhir saat lift berhenti di lantai 8, dan aku keluar.Ketika kuhubungi hp Pak Toni, ternyata yang menerima seorang wanita, aku langsung berpikir cepat bahwa itu adalah istrinya.“mbak Lita Ya ? Bokep “habis kerja ya, kok tumben pagi pagi gini sudah beredar” godanya.Hampir 1 bulan Iwan tak mem-booking-ku, terlihat wajahnya tambah segar dan ganteng, ingin rasanya kupeluk dan kurasakan kerinduan akan cumbuan serta permainan ranjangnya.“kamu sombong sekarang nggak mau telepon aku lagi, terakhir kan saat di tretes itu, lama banget” sapaku, petugas valet mendatangi dan memberitahu kalau mobilnya




















