“Daripada nggak ada yg kupikir”, jawabku. Beberapa langkah alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk muncul dan ikut kucatat. Bokep “Kenapa sih Zainalkamu kok banyak diam? ssh.. gitu ya, jangan harap aku mau membatumu lagi ya”, katanya dengan nada bergurau. Sekalian saja aku pamitan padamu jika dalam beberapa hari kedepan kita tak bisa ketemu lagi. Kukenakan jaketku dan keluar dari kamar mencari hawa segar. Beberapa saat kemudian tubuh Indah bergetar seiring dengan klimkaksnya. Beberapa tamu penginapan yg ada di kafetaria menoleh ke arah Indah ketika kami memasuki kafetaria penginapan. “Oh ya Zainal, karena besok kamu sudah mulai bekerja, nanti malam aku akan menginap di Banjar Baru agar tdk mengganggumu. Kuperlambat gerakanku untuk memperpanjang babak ini. “Zainal, katamu kamu belum pernah punya pacar, benarkah?”, tanyanya yg langsung kujawab dengan anggukan sambil meniup kopi panasku agar agak dingin. Tak lama kemudian pesanan kami datang.




















