Bagaimanapun rasanya emang menyakitkan, aku sampai menangis dan mengeluarkan air mata karena tadi begitu ketakutan dan kesakitan.“Kamu gak apa-apa Mita?” tanya seorang temannya. Bokep Tidak!! Aku lalu dengan cepat menyayat lehernya hingga darahnya mengucur kencang dan muncrat mengenaiku. Kadang dia cerita sendiri tentang kehidupannya. gak dibunuh beneran”“Ohh…”“Kenapa? Ya… aku takut, tapi aku juga penasaran. Dia ternyata tidak sendirian dalam menjalankan aksinya.Mereka sepertinya sangat tidak sabar, berkali-kali mereka mempraktekkan hal-hal aneh padaku. Saat membayangkannya entah kenapa aku jadi horni. hahaha… kamu mau kan seperti itu?” tanyanya. Apa yang baru saja ku lakukan! Ayo mandi…”“Tapi…”“Kamu gak usah malu telanjang di depan saya, ayo buka bajumu, lalu mandi, hehe” balasnya.




















