Aku merasakan area pantatku semakin lama semakin terasa panas dan lama kelamaan menjadi semakin panas, seperti terbakar sesuatu.“Panaaaaaassss…..” teriakku dan saat itu juga aku terbangun dari mimpiku.“Hahahahaha…..” tawanya meledak seakan puas melihat ekspresiku.“Astaga Nit, kamu kalau bangunin aku gak pakai cara ekstrim gak bisa ta?” aku menggerutu kesal.“Abis kamu ngigaunya aneh sih! Emang aku ngapain? Bokep Entar Nita bikin sendiri aja kalau haus.” tolakku ramah. Assalamualaikum.” ujarnya berpamitan.“Waalaikum salam, hati-hati di jalan, Bram.”“Ya ampun tuh anak manis banget sih sikapnya.” gumamku dalam hati.Aku menatap lekat punggungnya saat ia berjalan menjauhiku. “Nin maaf ya, aku balik duluan.” pamitku dengan sedikit terhuyung karena Nita menarik tanganku dengan keras.“Iya Bram, enggak papa kok.




















