maklum teh aku kan baru puber, hehehe.”“Ihh udah gede juga… puber apaan?”“Ia deh ngalah sama yang udah nikah, aku mah apa.”“Ihh kamu mah.. Bu jangan berisik ini Denny, “ ucap sosok yang berbisik pelan di belakang telingaku.Aku tersentak lebih kaget lagi, segala macam rasa bercampur, marah, takut, gugup dan juga khawatir aku rasakan, bercampur membuatku binggung dan sensor motorikku seolah ikut bingung sehingga aku hanya terdiam saja dalam pelukan pria yang mengaku sebagai Denny pacar Ivana.Pikiranku masih kalut, detak jantungku berdetak begitu cepatnya rasa-rasanya aku begitu lemas dalam pelukan pria yang begitu erat mendekapku ini..“Ibu ngapain? Video bokep makananya juga belum turun.”Kami berdua akhirnya sedikit beristirahat di kantin yang ternyata masih ramai dengan para pengunjungnya dan membawa kami asik bercerita, terutama Ivana, ia asik curhat tentang kekasihnya yang bernama Denny, yang menurutnya tajir juga baik padanya, selain itu dari foto yang ia tunjukan Denny juga terlihat ganteng.Yah cocoklah




















