Aku cuma diam. Aku juga membuatkan dia teh hangat. Bokep Aku kecup sekali lagi, kali ini agak lama. “Dari Jakarta kapan ?” tanyaku. dah pernah ya ?” tanya Rara dengan sangat ingin tau. Dia cuma tersenyum kecil. “Iya Yan..” jawabnya lemah. Tapi tiba-tiba tunanganku dateng sama seorang cewek. Dengan jari tengahku aku mencari klentitnya, kemudian aku usap perlahan. dah pernah ya ?” tanya Rara dengan sangat ingin tau. “Loh, gimana sih. Dipikiranku cuma ada kamu yang bisa aku percaya dan aku repotin” jawabnya.Aku tersenyum kecil, sialan nih cewek, di baikin malah manfaatin. Aku percepat goyanganku, soalnya aku mau orgasme sama-sama. Kamu mau gak ?” tanya Rara. Tapi gak ada ruginya temenan sama Rara kok, orangnya cantik, tinggi semampai, body aduhai dan yang terakhir yang aku suka banget dari Rara adalah rambutnya.




















