“Sudah Tok….jangan…..” Bulik mengerang, tetapi tidak berusaha menahan kepalaku. Yang aku ngerti kaki Bulik Tin sebatas pergelangan kaki sebelah kanan, diganti dengan kaki palsu. Bokep “Sudahlah kak, Yasmin ikhlas, Yasmin cinta kalian berdua, sayang dengan kalian berdua”Aku tak tahu harus berbicara apa, tenggorokanku terasa kering, mukaku terasa panas. Aku manut aja ketika dibilangi kalo mau ditunjukan sesuatu yang bagus. Kujilati puting-putingnya, kupijat dengan perlahan dengan tanganku, kuremasi dengan lembut. “Auh….hmm…”Seperti biasa, Sinta bergerak liar, mulutnya tak henti-hentinya mengerang hebat. Bapak minta agar aku ikut menjaga mereka sementara mereka akan tinggal sementara disini.Aku terdiam berusaha megingat–ingat, bulik Lasmi adalah adik bapak yang tinggal di Jakarta, menikah dengan orang Amerika, dan mempunyai kedua putri kembar yang kira-kira seumuran denganku.




















