Segera aku menghidupkan komputer yang ada di ruang tengah. Wanita itu sangat berterima kasih padaku dan berjanji kalo punya uang, ia akan membayarnya. Bokep Aku hanya menggelengkan kepalaku menjawab pertanyaan wanita itu. Aku makin mengerti. Tanyaku pelan memberanikan diri karena aku juga penasaran. “Onani itu apa bu? Tapi dia pasti marah besar” gumam bu Bambang. Aku hanya tersenyum. Aku bingung mau menjawab. Mulutnya mendasis dan meracau seperti orang kepedesan. Untung aja uangku cukup. “Iya dewasa ndre” timpal bu Bambang. Entah kenapa di usia yang masih sangat dini itu aku sudah menyukai lawan jenisku. Kemudian ia mengajakku ke dalam kamar. Aku bingung mau menjawab. Entah insting dari mana, aku ingin sekali memasukkan burungku ke dalam lubang itu. Kulihat secarik kartu nama di atas sofa. “eh habis ini lagi ya?!




















