Dia menjawab, Thats OK. Bokep Sekitar jam 17:45 aku pamit untuk pulang dan Pak Irfan memberi ciuman yang cukup mesra di bibirku.Ketika aku mengemudikan mobilku, terbayang bagaimana keadaan Papa dan Mama dan nama baik sekolah bila kejadian yang menurutku paling bersejarah tadi ketahuan. Sekedar mau tahu aja rumah bapak. Hari ini memang hari yang paling bersejarah dalam hidupku. Terasa nikmat sekali dan terasa tubuhku menjadi segar kembali. Ngapain di situ, Dya. Saya baru pertama ini.Dia berkata lagi, Sama, saya juga. Maaf, ya. Kemudian aku agak tersenyum dan tertidur karena memang aku lelah, tetapi aku tidak tahu apakah Pak Irfan juga tertidur.Sekitar pukul 17:00 aku dibangunkan oleh Pak Irfan dan rupanya sewaktu aku tidur dia menutupi sekujur tubuhku dengan selimut.




















