Kamu tak usah memikirkan itu, ok…?” katanya, dan aku hanya menganggukkan kepala saja tanda mengerti.Begitu masuk kamar setelah check in di hotel, aku lalu mengganti pakaian dengan mengenakan celana pendek dan kaos basket yang selalu aku bawa. Phong, sehingga ia dan juga karyawan Mr. Bokep Phong yang sangat disegani di Bangkok dan juga di seluruh Thailand. Ia juga menceritakan tentang bagaimana aku yang begitu berarti dan disegani oleh Mr. Phong lainnya jadi bertanya-tanya tentang siapa aku sebenarnya.“Mr. Kakinya yang panjang bak kaki belalang dengan betis ibarat padi, perutnya yang datar dengan dada menonjol serta paras wajahnya yang begitu cantik, membuat pikiranku menjadi menerawang membayangkan bagaimana jika Aol bisa aku tiduri dan menikmati tubuhnya yang sensual itu.“Sandy, kamu mau nonton Tiger Show malam ini…?”Tiba-tiba Aol mengagetkan aku dari lamunan jorok.“Terserah kamu, aku belum pernah ke Bangkok ini, dan tak tahu harus kemana,” jawabku singkat.“Ok, sekarang kamu mandi dulu




















