Saat dia melewati barisan anak-anak yang lain, dia tiba-tiba berhenti tepat di depanku. Aku berteriak. Bokep Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Aku takut dibenci. “Hhh..!!”
“Tidak apa-apa..kalau Erik..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Erik mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku. Aku hanya bisa terdiam terpaku. “Anak bodoh.. Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah..,




















