Basah. Nampaknya tidak. Bokep “Maass, gue kan musti balik,” katanya ketika Aku melepas bibirnya untuk menelusuri lehernya. Masih ada “rem”nya. Pahanya pun oke saja, tadi tanganku merasakaannya, halus berbulu lembut.“Kenapa sih Yang?” reaksiku ketika dia menutup roknya kembali. Ketika Aku bilang ke Alia tentang perasaan ini, ternyata dia mengalami hal yang sama. Hah, apa ini? Oh! Sementara? Detik-detik berikutnya akan lancar saja, pikirku. Aku bangkit lalu menariknya ke kamar mandi. Aku bangkit lalu menariknya ke kamar mandi. “Ah.. Kulumat lagi. Basah berlendir. “Nggak kok Yang, bener!”
“Menghibur ya?”
“Tidak, Alia. “Mau lagi.”
“Kok terus-terusan.”
“Iya dong, kan malam terakhir.”
“Tenang dong. Kita berdua mandi tapi gantian. Hatiku bersorak. Alia mengerang. Lalu, lagi-lagi dia menarik tubuhku hingga rebah menindih tubuhnya.Dengan gemas kugigiti kedua buah dadanya berganti-ganti kanan dan kiri. Aku memilih Hotel “AM” di Kebayoran Baru walaupun room rate-nya lumayan mahal, tapi dekat dengan tempat Alia kerja dan juga Mess-nya.




















