Aku naik kembali ke tempat tidur.Tapi aku sudah telanjur tidak dapat tidur. Yang kulihat di sana sungguh luar biasa, dan tak akan pernah kulupakan. Bokep Dengan ragu-ragu, kuletakkan pula kedua tanganku di pahanya. “Bau, tahu?! Aku tersipu malu. Kami tak pernah bersetubuh. Kuingat cerita Nick Carter yang kubaca beberapa waktu yang lalu. Dapat kurasakan kehangatan dada perawannya. Tanda kamu sudah dewasa”. Sensasi yang kurasakan bertambah dengan rasa takut ketahuan. Dapat kulihat bulu-bulu yang tumbuh lebat di sana. Memandanginya. Aku semakin takjub. Samar-samar, dari sinar lampu templok dapat kulihat pangkal pahanya yang tertutup celana dalam putih. Sehingga waktunya cukup banyak untuk membaca. Aku menikmati saja. “Benar.










