ngapain kamu di situ!” kataku dengan sedikit berteriak saat tiba-tiba kulihat dari cermin ada kepalanya supirku yang rupanya sedang berdiri di bibir pintu kamarku yang tadi lupa kututup.“Jangan ngeliatin.. Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke buah dadaku kiri dan lalu ke buah dadaku yang kanan.Tangannya yang terasa kasar itu terus menggosok dan menggosok sambil bergerak berputar seperti sedang memoles mobil dengan cairan kits. Bokep Akhirnya kumakan juga sesendok demi sesendok. Lalu tubuhku disandarkan pada teralis ranjang.“Biar saya yang suapin Bu Meryy yach!” ucapnya sambil menyodorkan sesendok nasi goreng yang dibuatnya.“Kamu yang masak Ris!” tanyaku ingin tahu.“Iya, lalu siapa lagi yang masak kalau bukan saya, kan di rumah cuma tinggal kita berdua, si Wati kan udah saya suruh pulang duluan sebelum hujan tadi turun!” kata supirku.“Ayo dicicipi!” katanya lagi.Mulanya saya ragu untuk mencicipi nasi goreng buatannya, tapi perutku memang sudah terasa lapar.




















