Wah, sainganku ini top sekali. Pasti mereka juga adalah pelamar sepertiku. Bokep Kubuka beberapa kancing atas blusku sehingga terlihat BH yang kupakai. Susan ini adalah satu-satunya pelamar yang berhasil terpilih. Tapi Adolf belum mempersilakan aku keluar ruangan.Dia kelihatannya seperti berpikir sejenak. Jangan malu-malu, don’t be shy!” kata Adolf sembari memberiku sebuah album foto. Mata Adolf tanpa berkedip memandangi tubuh mulusku yang hanya ditutupi oleh BH dan celana dalam.Aku sedikit menggigil kedinginan hanya berpakaian dalam di ruangan yang ber-AC ini. Adolf menyuruhku melepas celana dalamku. Mataku tertumbuk pada sebuah iklan satu kolom yang cukup mencolok. Ya ampun, ternyata ia adalah cewek Indo yang tadi duduk di sampingku di ruang tunggu.




















