Mungkin tidak terdengar. Bokep Dia menahan tanganku.“Jangan … ”Aku nekat.“Jangan …” Ok. Untung aku ada sweater yang bisa menutupi si “burung” nakal. Aku terus menggerakkan jariku. Aku? Aku meremas, memilin, mengelus tanpa henti. Aku melirik sedikit ke arah dia. semuanya serba ringan dan melayang. Tubuhnya menegang. Pelan sekali, sikuku bergerak. Bakalan lama nih. Dan ibu itu balas menggesek. Dia menahan tanganku.“Jangan … ”Aku nekat.“Jangan …” Ok. Sial.Untung Cikampek tidak macet. Paling tidak dengan jariku.“Ga papa …”,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Sangat pelan. “Ya sudahlah pa, kita ngalah aja. Aku tersenyum kembali. Benar-benar basah. Aku mulai terangsang.Aku mencoba untuk lebih berani. Tidak berasa memang. Benar-benar nikmat.Tapi tetap ada yang kurang. Memilin putingnya. Aku tidak mau membuat ia berpikir macam-macam dan kemudian menamparku.Tubuh itu diam saja. Kadang aku ingin, sekali-kali memberontak, melanggar aturan. Dia menahan tanganku.“Jangan … ”Aku nekat.“Jangan …” Ok. “Ya sudahlah pa, kita ngalah aja.




















