dia bersihkan juga sekitar kepala meriamku sambil berkata lirih“Ini kepalanya besar sekali… baru kali ini saya lihat kaya’ gini besarnya”
“Sus… enak dimandiin gini… ” kataku memancing.Dia diam saja tapi yang jelas dia mulai mengocok dan memainkan batangku… kaya’nya dia suka dengan ukurannya yang menakjubkan…“Enak Mas… kalo diginikan ? Bokep “Iya dan kaya’nya kita akan setiap malam rajin minta giliran kaya’ malem ini ” sahut suster Wiwik. Sesaat kemudian aku masih sempat melihat kaki kananku digips… mungkin patah kena stick soft ball.Mita menutup kembali selimut tadi dan Dian tidak sempat melhat lukaku karena dia sibuk nangis… hatinya memang lemah… sepertinya dia melankolis sejati.“Mita sini aku mo bilangin kamu ” kataku…Mitapun menunduk mendekatkan telinganya ke mulutku.“Jangan bilang sama Dian soal apa yang kamu lihat barusan… kamu suka ngga’ ?” kataku berbisik.“Serem ” bisiknya bales.” Dian… kamu jangan lihat lukaku… nanti kamu makin ngga’ kuat lagi nahan nangis… ” kataku.




















