Aku ikut membantu melepas kaosku, dengan terburu-buru aku membuka kaitan branya lalu ku lempar ke sembarang tempat.Kembali kami saling dekap, kulit kami kini benar-benar bersentuhan. Tanganku sangat menikmati berjalan-jalan diantara tubuh bagian atasnya.Sava gak mau hanya dirinya yang melepas bajunya, dia menarik kaos yang aku kenakan. Bokep Tanganku berjalan-jalan ke atas, merayap pinggangnya lalu menyingkap kaos tipis yang Sava kenakan.“Apa aku perlu menjawabnya ?” mata Sava terbuka sedikit, masih dengan senyum yang melengkung, tangannya bergerak, melingkarkan leherku. Akupun merambat ke arah payudaranya, ahh sangat lembut sekali dan juga kenyal, dan kini aku baru menyadari ada yang memberontak di selangkanganku.Tanpa dapat aku cegah, penisku yang tersiksa karna terbungkus celana, aku gesek-gesekan ke paha Sava. Kami berdua memutuskan untuk pulang ke rumah, berlari seolah kejar-kejaran dengan waktu jatuhnya air dari langit.Tapi baru sampai kami pada sebuah kebun pisang, hujan turun dengan lebatnya, enggak pake gerimis terlebih dahulu.




















