Beberapa detik kemudian kudengar desahan panjang dari Diana“sstt… Aahh!!!”
Aku terus beroperasi di situ
“aahh…, Mas Ray…, gila nikmat bener…, Gila…, saya baru ngerasain nih nikmat yang kayak gini…, aahh…, saya nggak tahan nih…, udah deh…”Lalu dengan tiba-tiba ia menarik kepalaku dan dengan tersenyum ia memandangku. Bokep Kantornya “x” (nama koranku), khan. Beberapa kali aku meninggalkan mereka untuk mengejar sumber berita. Enakan selingkuh sama kamu. Boleh saya menumpang?” Diana berteriak kepadaku.“Kemana?”“Rumah. Jangan malah selingkuh …” Teriak salah seorang temannya. Benar-benar kampanye, nih? Pusing ah mikirinnya. Peace!)Diana menggandengku. Sampai setengah jam kami hanya berdiam. Aku melambai pada rekan-rekannya.“Diana! Aku sudah tidak sabar, pada suatu saat aku kelepasan. Aku pun merasakan nikmat yang luar biasa.




















