Aku telanjang bulat, karena baju kami sedang kami jemur ditepi sungai. Bokep kan belum kawin ?” Kamu kuat ya?” bisiknya mesra. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Aku masih merasakan getaran-getaran aneh di hatiku, tatapan Anisa masih menantang dan panas, senyumnya masih menggoda. ” Biasa main dimana ?” tanyanya
“Ada apa sayang?” tanyaku kembali. Kami memadu janji, bahwa suatu saat nanti kami akan kembali ke tempat itu. Kami memutuskan esok pagi kami harus pulang. ” Akh enggak” jawabnya sambil melepas ‘Ms. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant dan makanan kaleng.Tepat sudah tiga hari kami ada ditempat terpencil itu. Saking lelahnya, rombongan mulai berkelompok dua-dua. Seluruh pakaian bawaan Anisa basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Mr. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja.




















